<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/490762408867923648?origin\x3dhttp://tazmanxi-ipa.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
Sabtu, 15 November 2008 ' 06.05


Sumber Daya Mineral dan Energi

Daerah Maluku bagian utara merupakan daerah strategis .,ntuk prospek cebakan sumber daya mineral dan energi kecuali batu bara dan gambut. Pembentukan bahan galian logam di daerah ini sangat dipengaruhi oleh lempeng Pasifik yang dikenal sangat kaya membawa endapan bahan galian ogam. cebakan-cebakan bahan galian logam yang potensial di daerah ini seperti nikel (Ni), kobal (Co), krom (Cr), tembaga (Cu), emas (Au), perak (Ag) don mangan (Mn). Terdapatnya batuan ultrabasa di Halmahera, Pulau Gebe dan pulau-pulau kecil lainnya telah menghasilkan endapan laterit nikel mengandung kobal yang sangat potensial. Cadangan laterit nikel-kobal Indonesia sampai saat ini masih termasuk kaya di dunia. Temuan tembaga porfiri di Pulau Bacan dan beberapa indikasi daerah prospek di Halmahera dan pulau lainnya telah memperkuat dugaan adanya sabuk tembaga porfiri Pasifik yang membentang mulai dari Amerika bagian barat, Filipina, Maluku bagian utara, Irian Jaya bagian utara, Papua Nugini sampai kepulauan Solomon. Temuan cebakan emas epitermal di beberapa tempat di Pulau Halmahera dan Pulau Obi erat kaitannya dengan batuan vulkanik di sepanjang busur Halmahera.

Selain bahan galian logam, sumber daya bahan galian non-logam di daerah Maluku bagian utara juga cukup potensial. Kekayaan sumber daya tersebut cukup beragam baik jenis, potensi maupun sebarannya dan didukung oleh ingkungan kondisi geologi daerah setempat yang memungkinkan terbentuknya berbagai bahan galian non­-logam seperti bahan bangunan, bahan keramik, batu mulia dan mineral indusif. Bahan galian tersebut dapat dikatakan merupakan komoditas non-migas yang diandalkan dan diharapkan dapat dikembangkan di mesa datang.

Secara geologi lingkungan pengendapan batuan sedimen tersier di daerah Maluku bagian utara umumnya marin, namun sedimen marin dangkal dan brackish dan berulangkali mengalami perlipatan kuat. Dengan demikian endapan batu bara yang ditemukan di daerah ini umumnya tidak berkembang dengan baik -- ditunjukkan dengan lapisan batu baranya yang tipis, tidak menerus, berkualitas rendah dan sejauh ini tidak mempunyai nilai ekonomi.

Sumber daya minyak dan gas bumi secara spekulatif cukup besar namun belum dilakukan eksplorasi yang lebih rinci.

Indonesia mempunyai cadangan potensi energi panas bumi > 20.000 MW dan merupakan negara terkaya di dunia akan potensi tersebut. Dari 244 lokasi panas bumi di seluruh Indonesia, 9 lokasi terdapat di Maluku bagian utara dengan potensi energi sekitar 10-20 MW.

1. SUMBER DAYA MINERAL

a. Nikel, Kobal

Potensi nikel yang sudah diketahui kurang lebih 220.000.000 ton, tersebar di beberapa lokasi yaitu Tanjung Buli, Pulau Gee, Pulau Pakal, Pulau Gebe, Pulau Obi dan Teluk Weda. Di antara lokasi tersebut yang sudah ditambang adalah Pulau Gebe dan Pulau Gag. Yang siap tambang adalah Tanjung Buli, Pulau Gee dan Pulau PakaI.

Daerah lain yang mempunyai indikasi endapan nikel yang belum diketahui potensinya adalah Dodaga, Romonli, Gunung GunduL, Marnopo, Manitinting yang semuanya terdapat di Halmahera. Nilai tambah dari endapan laterit nikel ini adalah mengandung logam kobal dengan kadar 0,09-0,11% Co.

b. Emas, Perak

Dari beberapa lokasi endapan logam emas dan perak yang paling potensial saat ini terdapat di Gosowong, Halmahera Tengah. Mineralisasi emas dengan logam ikutannya berupa perak merupakan mineralisasi logam mulia tipe epitermal berupa urat yang terdapat pada batuan vulkanik bersifat asam sedang dan vulkaniklastik berumur Plio-Pleistosin. Endapan ini merupakan temuan dari hasil eksplorasi yang dilakukan oleh PT. Nusa Halmahera Minerals Dari studi kelayakan yang dilakukan tahun 1998 diperoleh cadangan sebesar 1.400.000 ton dengan kadar 18 g/t Au. Selain itu ditemukan pula daerah prospek lainnya yaitu di Ruwait dan Togurachi.

Endapan emas yang prospek lainnya di luar Pulau Halmahera terdapat di Pulau Obi, Temuan ini diperoleh dari hasil eksplorasi yang dilakukan oleh BHP Minerals Pasific Inc., bekerja sama dengan PT. Indomuro Kencana. Endapan emas dengan mineral ikutan logam dasar yang ditemukan di Ambon-Anggai adalah endapan epitermal berupa tipe urat yang terdapat dalam batuan vulkanik dan intrusif. Penyelidikan sementara menghasilkan sumber daya geologis sebesar 6.800,40 ton dengan kadar 2,35 g/t Au.

Endapan emas yang merupakan logam ikutan dari endapan tembaga porfiri terdapat di Kaputusan, Pulau Bacan. Mineralisasi Cu-Au tipe porfiri terdapat dalam batuan tonalit porfir. Sumber daya diperkirakan sebesar 70.000.000 ton dengan kadar 0.21 g/t Au.

c. Tembaga

Endapan bahan galian yang prospektif ditemukan di Kaputusan, Sesepa, Obilatu dan Dodaga. Dari keempat daerah tersebut yang sudah diketahui potensinya adalah daerah Kaputusan, yaitu berupa endapan tembaga dengan logam ikutannya emas mempunyai tipe porfiri. Mineralisasi terdapat pada batuan tonalit yang mengintrusi batuan vulkanik-andesitik dengan mineralisasi terkonsentrasi pada ubahan potas. Temuan ini diperoleh hasil kerja sama eksplorasi antara Direktorat Sumber daya Mineral dengan Pemerintah Jerman tahun 1986. Potensi sumber dayanya diperkirakan sebesar 70.000.000 ton dengan kadar 0,3 % Cu.

Hasil eksplorasi yang dilakukan oleh BHP dan PT. Indoniuro Kencana tahun 1977, telah menemukan daerah prospek endapan tembaga di Sesepe dan Obilav. Di Sesepe endapan tembaga hadir sebagai endapan sekunder dalam batuan breksi andesitik. Mineral tembaga berupa malakit, krisokola dan native-Cu. Kandungan terbaik ditemukan dalam paritan sepanjang 174 m dengan rata-rata 0,64% Cu dan 25 m dengan rata-rata 1,51 % Cu.

Endapan tembaga di Obilatu terdapat dalam stock diorit dan tonalit, yang menerobos batuan sedimen dan basal. Beberapa urat kwarsa dan urat halus dijumpai pada batuan diorit dan metasedimen. Diduga mineralisasi berasosiasi dengan tipe skarn, Contoh dengan kadar terbaik diambil dari batu lempung hornfblsik dengan kadar 0,2% Cu, sedangkan pada urat kwarsa kadarnya 0,7% Cu.

Di daerah Dodaga endapan tembaga ditemukan dalam batuan breksi gunung api. Mineralisasi berupa kalkopirit, magnetic dan pirit mengisi rekahan dalam batuan breksi gunung api. Indikasi mineralisasi tembaga dijumpal di Lolada, Payahe, Bibinoi, Raroang, Sayoang, Pigaraja dan Morotai Barat.

d. Kromit

Endapan kromit primer yang masih merupakan indikasi ditemukan di Tanjung Buli dan Dodaga. Di daerah Tanjung Buli mineral kromit terdapat dalam bentuk nodular pada batuan dunit. Kandungan kromit yang pernah dianalisis adalah 26-50 % Cr.

e. Mangan

Sejak tahun 1981 endapan mangan telah dihasilkan di Pulau Doi, Maluku Utara. Di daerah tersebut endapan mangan berupa lensa-lensa dalam batuan tufa gunung api. Indikasi endapan mangan lainnya ditemukan di Loloda, Pulau Halmahera.

f. Batu gamping

Bahan galian batu gamping terdapat di beberapa pulau seperti Pulau Halmahera, Morotai dan sebagainya. Batu gamping berwarna putih sampai abu-abu terang, bersifat masif dan kastalin. Umumnya batu gamping hadir sebagai endapan koral, berumur kuarter yang mempunyai sebaran sangat luas. Sumber daya belum diketahui secara rinci, namun demikian kandungannya mencapai 53-54,5 CaO dan 0,63-0,96 % MgO.

I. Perlit

Perlit dijumpai di Kampung Podol, Kecamatan Ibu, di lereng Gunung Kahatola, warna abu-abu muda dan abu-abu tua. Sebaran mulai dari Gunung Ibu di sebelah utara hingga Gunung Suhu di selatan Kota Susupu. Namun potensi yang ada tidak disertai mutu bahan galian yang baik, karena dari hasil percobaan pembakaran (Crucible Test) yang telah dilakukan menunjukkan nilai pengembangan yang tidak begitu balk.

m. Magnesit

Magnesit ditemukan di Sungal Wayalele, Fayaul, Wasile, Halmahera Tengah, berupa bongkah-bongkah mencapai 0,5 meter, sedangkan singkapan (in situ) belum dijumpai.

n. Andesit

Bahan galian ini tersebar di Pulau Bacan, Tobelo dan Pulau Ternate don Pulau Tidore. Terdapat berupa lava andesitik-basaltik don bongkah-bongkah, keras don kompak, bermutu baik, cocok digunakan untuk pondasi bahan bangunan dan jalan. Sebaran bahan galian ini cukup luas dengan sumber daya mencapai ratusan juta meter kubik.

o. Sirtu

Endapan sirtu terdapat di Tobelo, Ternate don Halmahera Tengah, terdapat di aliran sungai yang cukup besar, merupakan endapan berasal dari hasil erupsi gunung api, kandungan lumpurnya sedikit, sumber daya banyak, sudah dimanfaatkan untuk pembangunan wilayah setempat. Pasir dijumpai di daerah Tobelo, di Sungai Mede, Halmahera, tersingkap dengan ketebalan 5 meter, berwarna hitam tanpa lumpur. Merupakan hasil endapan lahar dari daerah Gunung Kao. Sebaran dan sumber daya cukup potential, mutu baik, sementara telah dieksploitasi untuk keperluan pembuatan jalan antara Tobelo-Galela-Kao.

p. Batu Apung

Bahan galian ini ferdapat di Pulau Tidore, antara lain dijumpai di daerah Rum dan daerah Goto, Kecamatan Tidore. Batu apung ini terdapat dalam batuan tufa berbatu apung, dengan ukuran komponen batu apungnya sekitar 0,5-10 cm. Sebaran yang telah diketahui sekitar 3 hektare. Berdasarkan hasil analisis kimia, bahan ini mengandung kadar 67,84% Si02 don 6,4% Al203, sedangkan menurut Kanwil DPE Provinsi Maluku tahun 1994 potensinya mencapai 30 juta ton.

q. Diorit

Bahan galian diorit terdapat di Akelamo dan Gunung Kahatola, Kecamatan Ibu, sebaran geologi cukup luas, namun sumber daya belum diketahui secara rinci, Mutu endapan dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan.

r. Batu Mulia

Bahan galian batu mulia yang dijumpai terdiri dari bermacam jenis mineral silikat yang dapat digunakan sebagai bahan baku batu permata atau batu hias. Secara umum jenis mineral ini dikenal dengan sebutan sebagai "Barn Bacon", meskipun sebagian besar batuan ini diambil dari Pulau Kasiruta. Bahan gallon telah diusahakan penduduk setempat untuk dibuat perhiasan. Jenis batu mulia yang ferdapat di daerah ini terdiri atas krisopras, krisokola, jasper dan turgois.

s. Krisopras

Indikasi krisopras ditemukan di Indari, Waringin dan Bison. Krisopras dijumpai berwarna hijau muda sampai hijau tua, terdapat bersama-lama dengan mineral kuarsa dalam batuan breksi gunung api dan lava andesit.

t. Krisokola

Indikasi krisokola ditemukan di daerah Dokoh, Gelao dan daerah Kastruta Dalam. Krisokola dijumpal berwarna biru muda sampai kehijauan, terdapat sebagai pengisi rekahan dalam batuan breksi gunung api dan lava andesit. Tebal rekahan berkisar antara 0,5-2,0 m.

u. Jasper

Jasper, dijumpai berwarna abu-abu keputihan, putih kecoklatan dan merah kecoklatan. Terdapat bersama­-sama dengan flinfsione, dijumpai sebagai bongkah-bongkah atau konkresi dalam batu gamping. Tempat yang mengandung jasper adalah daerah Sungai Sampaki, desa Kusubibi.

2. SUMBER DAYA ENERGI

a. Batu Bara

Sejumlah kecil batu bara diketemukan di Pulau Halmahera dan Bacon. Llapisan batu bara di daerah tersebut tipis, mengandung sulfur yang tinggi dan terdapat dalam formasi batuan yang didominasi sedimen marin. Suatu usaha penambangan batu bara pernah dilakukan di Pulau Bacan pada tahun 1854, namun penyebab berhentinya usaha tersebut serta rinciannya tidak pernah dilaporkan. Secara geologis, kecil kemungkinan terdapatnya batu bara yang mempunyai nilai ekonomis.

b. Minyak dan Gas Bumi

Potensi hidrokarbon di Maluku bagian utara diketahui dari kondisi tektonik, dalam hal ini keberadaan cekungan­-cekungan laut dalam, stratigrafi (litologi) dan dijumpainya rembesan-rembesan minyak (oil seep). Terdapat 5 (lima) cekungan laut dalam di Maluku Uara yang memunculkan optimisme adanya kandungan minyak dan gas Bumi.

i. Cekungan Obi Utara dan Cekungan Obi Selatan

Kedua cekungan ini berbentuk memanjang dengan kedalaman lebih dari 1.000 meter, Cekungan Obi Utara berarah utara-selatan, di bagian barat dibatasi oleh patahan-patahan naik dari jalur tumbukan di Laut Maluku. Sedangkan Cekungan Obi Selatan berarah timur-barat dan dibatasi oleh Pulau Obi di bagian barat. Kedua cekungan ini di isi oleh material-material vulkanik dan vulkanik klastik serta kemungkinan batu gamping.

ii. Cekungan Halmahera Utara dan Cekungan Halmahera Selatan

Kedua cekungan ini merupakan cekungan busur belakang yang terbentuk pada Zaman Neogen, yang didasari oleh batuan ofiolit, batuan busur gunung api serta batuan sedimen. Ketebalan lapisan-lapisan sedimen cekungan ini lebih dari 2.000 meter. Benfuk cekungan menyerupai jajaran genjang, sedangkan ukuran Cekungan Halmahera Selatan lebih besar dua kali dari Cekungan Halmahera Uara.

Tipe litologi kedua cekungan tersebut dipengaruhi oleh batuan-batuan ofiolit clan melange yang berasal dari lengan timur Halmahera dan batuan-batuan vulkanik dari lengan barat Halmahera. Data seismik menunjukkan bagian atas kemungkinan tersusun oleh batuan karbonat terumbu paparan Mio-Pliosen dengan fasies yang bervariasi.

iii. Cekungan Halmahera Timur

Cekungan ini terisi oleh batuan-batuan ultrabasa dan batu gamping tersier, batu pasir dan serpih. Data seismik memperllhatkan pula keberadaan batuan karbonat Mio­Pliosen dan batuan klastik berbutir halus berumur Plio-Kuarter. Sedimen-sedimen tersebut dipengaruhi oleh kompresi tektonik yang ditunjukkan oleh struktur antiklin asimetri.

Menurut Pertamina tahun 1993, cekungan dan sumber daya gas di Maluku Utara memperlihatkan bahwa perkiraan sumber daya gas di daerah ini yang terdapat pada cekungan-cekungan Obi Utara, Obi Selatan, Halmahera Selatan, Halmahera Utara dan Halmahera Timur adalah kurang dari 3 trilyun kaki kubik (TCF). Sementara menurut IAGI tahun 1985, sumber daya minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing 0,1780 juta barel dan 0,2016 TSCF (Tabel 3).

c. Panas Bumi

Sistem panas bumi berhubungan dengan gunung api aktif yang berada di sekelilingnya. Penyebaran lokasi panas bumi di Maluku Utara terdapat di sekitar rangkaian gunung api aktif Ternate-Halmahera, dalam depresi tektonik gunung api yang berumur kwarter.

Manifestasi papas bumi yang muncul ke permukaan berupa air panas tipe sulfatklorida dan karbonat, tanah panas serta alterasi hidrotermal. Penyebaran lokasi panas bumi di daerah Maluku Utara meliputi daerah Makian, Tidore, Jailolo, Ibu, Galela dan Bacon.

Penyelidikan geosain pendahuluan sudah dilakukan di daerah panas bumi Jailolo dap Tonga. Pada daerah Jailolo, jenis kenampakan panas bumi yang muncul ke permukaan berbentuk air panas tipe sulfat-klorida dan karbonat, tanah panas dengan suhu sekitar 45-97°C serta alterasi hidrotermal bersumber dari sistem panas bumi yang berhubungan dengan pasca aktivitas vulkanik Jailolo (Kawah Idamdehe). Luas daerah sebarannya mencapai 75 km2 meliputi bentuk kaldera Toada (vulkanik purba) dengan jumlah aliran panas kepermukaan 3 MW. Daerah pembentukan panas bumi cukup prospek seluas 4 km2 pada bagian barat tubule Gunung Jailolo. Suhu fluida panas bumi mencapai 180 C terperangkap sekitar 1 km di kedalaman, pada zona permeabilitas sekunder yaitu batuan kalstik vulkanik tua berumur kwarter. Sedangkan retakan-retakan pada tubuh batuan vulkanik purba berfungsi sebagai zona permeabilitas primer. Potensi sumber daya panas bumi tersimpan pada reservioar, yaitu sekitar 10-20 MW.

Daerah panas bumi Tonga terletak di Pulau Bacon. Jenis kenampakan panas bumi yang muncul ke permukaan berupa lapangan air panas tipe klorida-bikarbonat di Wayauwa dan Indari serta lapangan fumarol di Tonga. Suhu permukaan air panas antara 50-­60°C, suhu permukaan fumarol dan tanah panas sekitar 86-102°C. Pemunculan fumarol dan tanah panas di Tonga melalui retak-retakan batuan vulkanik dan berasosiasi dengan kubah lava yang membentuk Pulau Gandaha. Karakteristik daerah gejala panas bumi Tonga termasuk tipe vulkanik yang memungkinkan terbentuknya panas bumi berpotensi.



★Live your life,







Disclaimer
Rules here !

Best viewed in Mozilla Firefox
Welcome to URL.bs.com
Spammers go away
I HATE YOU! :D

Speak!
Tag Me:D

Tagboard here

Blogger
Blog url here?

Your profile here
Whatever..
Whatever..
Whatever..

Contacts&Stats
Contact me!

Msn: Add me!
Friendster: Friendstername
Blogskin: Blogskins

Cravings
Fulfil it

Him <3
Black Skinnies
Blue Cardigans
Tube Tops
Adobe Photoshop!!!!!
& More

My Past
Memories <3


  • ...
  • Sinopsis Novel Laskar Pelangi September 6, 2008 ...
  • Sinopsis Ayat-ayat Cinta Maret 5, 2...
  • Pena Hatiku Hari Ini........Hidup di du...
  • Penelitian menunjukkan bahwa satu...
  • Segenap hatiku selalu memujamuSeluruh jiwa kuperse...
  • baru saja berakhirhujan di sore inimenyisakan keaj...
  • kabut putih yg pucatterasa penuh warna dan pelangi...
  • Woy ni Blog w LocH. . . Nama w JeFry pRamana. . ....


  • The Past
    My Memories:D


    Juli 2008
    Agustus 2008
    November 2008

    Connections
    Escapes:D

    Links
    Links
    Links

    Start The Music
    Music Playing:D

    Music Here

    Credits
    Thanks To

    Designer: Ohh-thlovee
    Basecodes: Xinni
    Image hosting: Photobucket
    Image from: xx
    Inspiration from:Lyrics/Song
    Others: x , x , x , x
    Image edit from Adobe Photoshop 7.0